Laman

Kamis, 24 November 2022

MENJADI PEGAWAI YANG MELEK LITERASI KEUANGAN ITU PENTING!!

Buat apa berinvestasi? Nanti hasilnya buruk, gimana? Nanti bangkrut, kena tipu, dan banyak hal-hal negatif yang akhirnya menemui kesimpulan akhir (yang salah banget) yaitu "ah investasi susah", "lagi pula aku masih muda, buat apa investasi?", "wahh ada iphone keluaran terbaru, ga boleh kalah ni sama yg lain".

Berinvestasi itu sangat baik banget, buat kehidupanmu dan keluargamu, mulailah dengan instrumen yang baik dan dapat kamu pelajari. Berinvestasi itu tidak sulit, tapi butuh belajar dari sumber yang benar. Ketika kita memilih untuk berinvestasi pada hal yang mudah, itu bagus! Seperti pada ORI atau Sukuk Tabungan. But wait, saya sangat tidak menyarankan reksadana, karena itu artinya saya (terpaksa) harus mempercayai seorang manajer investasi untuk mengelola uang saya, dan harus mengeluarkan fee management dan segala tetek bengek. You need to learn dari orang-orang besar, dan selalu berpikir bahwa sesuatu yang iklan nya terlalu jorjoran itu tidak bagus (colek reksadana hehe).

Belajarlah, jangan mau dibodoh-bodohi dengan kalimat "udah gak usah berinvestasi, itu berbahaya lho"

Bukankah lebih berbahaya untuk hidup dalam kesulitan keuangan? Bukankah menjadi kaya adalah impian semua orang? Kalau anda orang islam, 9 dari 10 pintu rezeki itu dari perdagangan. Berinvestasi juga berdagang.

Lalu, mengapa banyak orang yang takut berinvestasi? Ya jelas karena mereka SALAH dalam memilih guru. SALAH dalam memilih instrumen investasi. Ingat, sesuatu yang terlalu di promosikan artinya sesuatu tersebut sulit laku. Gak ada yang mau. Berhentilah mendengarkan pompom saham, atau apapun bentuk investasi yang terlalu banyak promosi.

Jika kamu ahli dalam ilmu yang berkaitan dengan properti, pilihlah properti sebagai investasimu, entah itu memilih menjadi investor properti, atau menjadi investor saham properti. Jika kamu ahli di bidang finance, atau hal-hal yang menyentuh sesedikit tentang perbankan, cobalah menjadi investor di bidang finance, cari saham banking. Hanya butuh itu saja, pahammi dirimu terlebih dahulu, baru mulai.

Jika anda berinvestasi di sukuk tabungan, itu bagus, setidaknya ada hal yang menjadi peganganmu nanti ketika pensiun, atau berinvestasi di ORI, instrumen yang aman. Apalagi jika anda pegawai negeri sipil dengan gaji yang bisa banget sesedikit kamu investasikan. Apalagi di usia muda, belum punya tanggungan.

Berikut ilustrasi jika anda menjadi pegawai dan asumsinya dengan gaji yang kenaikannya sama seperti inflasi sama sampai pensiun. Berinvestasi di sukuk tabungan atau ORI dengan bunga 7% dapat membuat seorang anak muda umur 20 tahun mendapatkan uang sebesar 2,5 Milyar (present value 600jt) ketika berumur 60 tahun dengan menaruh 1jt tiap bulan di sukuk tabungan dengan bunga 7%, belum termasuk pajak. Jika anda menaruhnya (deposit) 3jt tiap bulan untuk berinvestasi di sukuk atau ORI maka anda mendapatkan 7,4M (present value sekitar 1,8 Milyar) ketika 60 tahun. Jika anda berinvestasi di saham, dengan asumsi deposit 3jt perbulan dengan CAGR (keuntungan rata-rata tiap tahun) sebesar 15% maka anda akan mendapatkan 69 Milyar (present value sekitar Rp17Milyar), jadi anda di usia 60 tahun nanti seperti memiliki 17Milyar di saat ini! (belum termasuk dividen yang anda terima)

Banyak cara menjadi kaya, salah satu yang termudah bagi pegawai adalah dengan melakukan investasi, kalau langsung menjadi pengusaha kayaknya sangat berat karena butuh waktu yang super duper banyak. Menjadi pegawai itu berperang dengan waktu, semakin dekat dengan waktu pensiun maka harus sudah semakin siap dengan apa yang kita sudah dapatkan semasa kerja. Bijaklah mengelola rezeki yang diberikan oleh Tuhan, bijaklah dalam berinvestasi. Kita tidak selamanya muda.